[Arsip Artikel Arniv] Saya dan Politikus Pro Pendidikan, Ayah Leman

WAKIL Ketua DPRA, Ketua IPHI, dan Ketua IKA Unsyiah, Sulaiman Abda (By Mahruza Murdani)
KISAH dalam tulisan ini hasil rajutan dari pengalaman saya bersama sang politikus yang peduli dengan pemuda dan dunia pendidikan. Bagi saya, dirinya bukan hanya sebatas seorang politikus, tapi lebih daripada itu. Ikatan emosional yang terbangun semakin dalam hingga tanpa terasa layaknya hubungan seorang ayah dan anaknya. Dialah Sulaiman Abda, politikus rakyat dari Partai Golkar.

Alkisah, semua bermula dari dirinya berkunjung ke Yogyakarta untuk urusan dinas, disanalah saya mengenalnya. Prosesnya diawali, ketika datang sebuah sms dari seorang yang sudah saya kenal sejak zaman aktivis. Begini kira-kira isi smsnya: ”Dek, dimana dirimu?”, kemudian saya jawab ”Bang, aku sedang di kost ni.” Di sahut sms kembali “nanti malam kita ketemu ya” dan diakhiri oleh saya “Siap bang!”.

Di malam itu, terkejut ternyata yang saya temui adalah sosok Ketua DPD I Golkar Aceh, Bapak Sulaiman Abda. Bersama istrinya, Bunda Mini, mereka menyambut saya dengan senyuman hangat dan akrab. Ternyata makan malam yang diagendakan oleh sang aktivis itu membuat kejutan bagi kami para mahasiswa S1 dan S2, waktu itu. Saya kembali terkesima, dan itu sesuatu diluar perkiraan saya, beliau “Ayah Leman” menyuruh saya duduk disebelahnya, kemudian memperkenalkan kepada seluruh mahasiswa yang diundang bahwa saya bagian dari keluarga Pak Sulaiman Abda. Sungguh, saya terharu.

Selanjutnya, pertemuan berikutnya mengalir layaknya keluarga. Ada yang disampaikan Ayah Leman, sapaan akrab saya kepada dirinya, memberikan pesan, bahwa memajukan Aceh bukan lagi dengan era kekerasaan dan pertentangan, tetapi mesti dengan pemikiran dan persahabatan karena dengan pemikiran dan persahabatan mampu mengubah sebuah peradaban menjadi lebih baik.

Hal lain disampaikan, posisi pemuda harus mengambil peran strategis dalam pemerintahan dengan berlatar belakang ilmu yang dimiliki. Dirinya melanjutkan tidak harus menjadi seorang pegawai negeri sipil, diluar itu masih banyak peluang yang bisa dilakukan untuk bisa membantu membangun Aceh, agar lebih baik dalam setiap tahun ke tahun.

Paska pertemuan itu, saya tetap membangun komunikasi. Satu hal membuat terhanyut dihati ini, ketika Ayah Leman tiba-tiba menelpon saya dan berkata ”Bagaimana dengan kuliah Aryos, lancar atau ada kendala?”, langsung saya menjawab “semuanya lancar ayah”. Ternyata itu rutin dilakukannya kepada saya.

Tanpa dirasa, saya sudah lulus pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada, Jurusan Politik dan Pemerintahan. Kemudian saya siraturahmi ke Ayah Leman. Disinilah dirinya sangat senang dan bangga bisa melihat saya selesai kuliah. Terus kami bercerita tentang dunia politik di Aceh. Ia berpesan jadilah orang yang bisa menjadi pemimpin yang taat agama, sayang kepada masyarakat, dan mampu menjadi sosok pemecah masalah, bukan pembuat masalah.

***

Aceh kini memang sedang dihadapkan pada miskinnya tokoh yang mampu menjadi perekat lintas suku di Aceh, menjadi jembatan bagi mereka yang memerlukan bantuan, menjadi contoh dalam bekerja. Disitulah kita masih memerlukan sosok pemimpin ke depannya, sosok seperti Sulaiman Abda.

Tidak terasa, semakin berinteraksi dengan Ayah Leman semakin banyak belajar, bahkan malu terhadap diri ini sendiri. Salah satunya dirinya selalu tepat waktu shalat, sedangkan saya selalu tidak tetap waktu walaupun menunaikan shalat. Hal lain lagi yang saya dapat belajar, Ayah Leman bukan tipikal orang yang menceritakan keburukan orang lain. Disinilah semakin salut kepada dirinya sehingga menjadi contoh hidup saya.

Sebelum berangkat ke tanah suci, saya bertemu kembali dengan Ayah Leman. Dirinya mengatakan sesibuk apa pun hidupmu harus selalu ingat kepada Allah Swt, mungkin ayah tahu kalau saya masih harus meningkatkan komunikasi dengan Sang Maha Kuasa. Tak sampai disitu saja, pesan yang berkesan yaitu jagalah anak dan istrimu menjadi keluarga yang mengenal agama.

Begitulah secuil yang bisa saya ceritakan, walau masih sangat banyak hal-hal lain yang penuh inspiratif dan pesan moral yang sangat baik sekali. Karena selama berinteraksi dengan Ayah Leman selalu diberikan pesan moral yang membuat hidup saya mengalami perubahan. Semoga ayah memperoleh Haji Mabrur, selamat ultah Ayah Leman, 18 Agustus 2016.[Aryos Nivada]

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!