Coffee Shop FC Persulit PIDIE FC 3-3

Klub papan tengah yang sedang garang, COFFEE-SHOP FC berhasil menahan laju klub ambisius Pidie FC dengan skor setengah lusin 3-3 di Pidie Camp, kemarin petang waktu TM.

Laga machday ke-22 yang di pentaskan di kandang Pidie Fc, Pidie Camp berjalan seru dan menegangkan. Datang sebagai klub underdog, pasukan Coffee yang begitu percaya diri langsung menggebrak lewat serangan-serangan tajam. Namun, baru berjalan 4 menit, keenakan menyerang, justru gawang Coffee dibobol D. Pitoy setelah menerima umpan terukur dari defender Pidie K. Bin Lomri, 1-0 untuk Pidie FC.

Setelah gol ini, anak-anak kopi berusaha menguasai bola. Tekel-tekl keras tersuguh hampir sepanjang menit babak pertama. Permainan menjurus kasar yang ditunjukkan tamu Pidie ini membuahkan 2 kartu kuning untuk Coffee yang melanggar keras anak-anak Aceh Pidie.

Dimenit ke ’30, pemain DMC Pidie pelapis dua, F. Juma’at membuat para fans Erbarca Pidie Van’s menahan nafas setelah bola yang disontek dari umpan shorpassing DMC asal Jerman, E. Baumann nyaris saja menghajar gawang A. Ibrahim. Just inches wide! Hanya beberapa inci dari tiang gawang bola meluncur deras ke arah fans Coffee yang begitu ribut di Pidie Camp. Helb geleng-geleng kepala sambil melihat kearah Juma’at, menyesali kegagalan tersebut.

Belum habis fans tercegak ludah, giliran T. Ahmad (ML) Coffee menghadirkan mimpi buruk buat Pidie FC. Ini terjadi setelah kiper Pidie FC, P. Puerto membuat blunder yang salah menendang bola ke arah kaki pemain Coffee. Bola yang seharusnya diberikan ke Juma’at ternyata berhasil di rampok cepat Z. Kusuma untuk selanjutnya diberikan kepada T. Ahmad, dan tanpa buang waktu langsung melesakkan bola ke gawang P.Puerto yang sudah salah langkah. 1-1, untuk Coffee.

Hingga turun minum skor seri masih bertahan. Namun ada info yang tersebar kalau pelatih HELB menyemprot habis pemain belakang Pidie di ruang ganti. Beberapa pemain cadangan yang dipertai ini diturunkan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka adalah pemain DC asal Arab N. A Meshal dan defender A. Alim yang tampil uring-uringan. ” Kalian jangan pernah menganggap remeh lawan! Saya tidak mau kekalahan di depan fans. Kalian harus memenangkan partai ini, titik!” Ketus Helb kepada pasukan cadanganya di ruang ganti super VIP milik Pidie FC.

Rupanya ultimatum pria yang gemar menonton MotoGP ini diamini para pasukannya. Ini dibuktikan pada babak kedua. Seperti biasa, babak paska jeda, permainan masih berlangsung keras. Kali ini anak-anak Pidie melakukan serangan bergelombang ke arah gawang A. Ibrahim. Menit ’68, Sebuah pergerakan lihai F. Jumaat berhasil memberi umpan terukur kepada D. Pitoy yang sudah masuk ke kotak pinalti lawan. Kombinasi serangan yang dibangun pemain cadangan ini membuahkan hasil. D. Pitoy yang tampil gemilang melesakkan gol keduanya ke gawang Coffee, 2-1 untuk Pidie.

Tetapi, gol ini rupanya hanya bertahan 2 menit saja. Hal ini diakibatkan pertahanan Pidie yang digalang pemain cadangan Meshal, A. Alim dan A. Ridwan terlalu ceroboh meningglkan posnya masing-masing untuk membantu serangan. Dengan lubang mengangga ini, tak ayal dimamfaatkan Z. Baksin yang sudah berada bebas di daerah spot pertahanan Pidie. Tanpa offside, pemain agresif ini langsung menggoreng bola dan melepaskan tendangan tenang ke gawang Puerto, 2-2. Pidie TV yang menyiarkan laga ini menyosor wajah pelatih HELB memerah menahan amarah. Dengan gaya bak Jose Mourinho, Helb melepaskan beberapa kalimat pedas kearah para bek Pidie FC, kekesalan sangat jelas meraut diwajah Helb.

Karena kikuk baru diturunkan pertama kali dalam laga krusial, Meshal sempat membuat kesalahan dengan mentekel keras pemain Coffee. Kartu kuning perdana buat pria Arab berusia 25 tahun ini pun diterima. Muka Helb bertambah gemas!

Di menit’79, asa Pidie FC untuk meraup 3 poin kembali terbuka lebar manakala Imanuel ‘Messi’ Karim membalas ketertinggalan gawat ini lewat gol cantik. Fans Pidie FC bergemuruh tak henti. Seakan kemenangan sudah didepan mata. Raut wajah Helb pun kembali berbinar, 3-2 untuk Pidie. Namun gol ini rupanya pertanda malapetaka buat anak-anak Pidie. Sebuah seranga counter attack cepat, MR M. Amrizal melepaskan tendangan terukur untuk mengelabui kiper Puerto, begitu derasnya bola masuk ke gawang sampai-sampai Helb tak menyadari kalau skor sudah berubah 3-3 ! Kini gantian fans Coffee bergemuruh, fans Pidie diam tak percaya atas gol cepat ini. Padahal laga sudah diujung babak akhir, ’81. Para pemain Pidie terlihat garuk-garuk kepala, sebagian ada yang hanya memandang kosong, meringis.

Waktu masih tersisa beberapa menit lagi tapi tak bisa dimamfaatkan efektif oleh pemain Pidie. Serangan akhir bergelombang yang dilancarkan Pidie FC sia-sia belaka. Pidie FC malah tambah merana ketika J. Kurniawan (OML) jatuh cedera dan terpaksa digotong keluar arena. Pemain yang bisa berposisi OML dan FC ini harus absen 2 laga. ” Kondisi ini betul-betul menguras tenaga dan andrenalin kami. Ini laga sangat keras dan mendebarkan. Sepanjang permainan saya terus tegang menyaksikan anak-anak yang sebagian pemain cadangan ini tampil. Beruntung kami punya D. Pitoy dan I Karim yang tampil ciamik, sehingga kami bisa menahan imbang perang ini,” Kata Helb kepada Pidie TV.

Kekesalan Helb memang ada benarnya. Mengingat Pidie FC dalam laga ini sangat memerlukan 3 poin untuk memperlebar jarak dari seteru potensialnya yaitu Juvnetus FC yang berhasil menggilas FC Chunkz 2-0, serta satu lagi kompetitor DNA yang mengalahkan Soeprijadi 1-0.

Dengan hasil seri ini, posisi Pidie FC terancam disamakan Juvnetus dipuncak kelasemen 4:18, hanya berselisih 3 poin saja. Artinya, bila Juvnetus berhasil membungkam Pidie FC dalam laga bigmacht jumat nanti, point Jupe akan sama dengan Pidie yaitu 46. Dengan kondisi ini, perburuan puncak kelasemen semakin seru dan menegangkan. Apalagi diramaikan dua klub yang terus stabil penampilanya; DNA dan Butar FC.

Sementara itu di divisi utama Liga Djarum super, persaingan masih seputar dua raksasa Fastfood versus Medan United. Fastfood berhasil membungkam Meja FC 2-1, sementara MU yang bertandang ke kandang Night berhasil mencuri 3 point. Dengan demikian, kejar mengejar di puncak liga prestisius Indonesia ini hanya berkisar dua klub ini saja. MU hanya tertinggal 1 point dari Fast dan ada kemungkinan dalam laga selanjutnya menurunkan dengan hormat fastfood dari puncak Liga utama. ” Saya melihat aura divisi utama ini tidak seru. Hanya Medan United yang paling sering bicara di forum ini, selebihnya kita belum melihat ada yang berkomentar disini. Kita menaruh hormat kepada rekan Edi Ekstrim (manajer MU) karena beliau termasuk senior di Liga Indonesia TM ini. Ketenanganya dalam mnejawab berbagai pertanyaan dari newbie di TM ini patut kita beri apresiasi tinggi,” Ujar Helb kepada Gazzeta de La Soprt dan dilansir Pidie TV [Helb] All Rights Reserved.

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!