Jagal 49 Muslim Siap ‘Dipeusieng’ Dalam Penjara

Tingkah laku super biadab Brenton Tarrant (28) yang membantai 49 Muslim di Salandia Baru tidak hanya menyulut kutukan dan kemarahan Muslim sedunia. Non Muslim pun ikut mengutuk keras kelakuan diluar batas kemanuisaan pria asal Australai itu.

Tak kurang, sebuah kelompok (geng) yang menamakan diri ‘Black Power’ di New Zealand sangat geram kepada pelaku biadab tersebut. Mereka berjanji akan melakukan ‘sesuatu’ untuk Tarrant yang dianggap sebagai ‘iblis berbentuk manusia’. Geng ini sempat berkunjung ke rumah keluarga duka untuk memberi simpati.

Greg Newbol, seorang  kriminolog dari Universitas Canterbury, Selandia Baru, memperingatkan polisi agar melakukan antisipasi agar tidak terjadi sesuatu didalam penjara paska Brenton Tarrant dijeblos ke dalam penjara.

“Ada sekelompok orang di penjara yang marah dengan peristiwa (penembakan) yang dilakukan Brenton Tarrant. Mayoritas narapidana di penjara Selandia Baru adalah kelompok non kulit putih. Jadi ini akan menjadi ancaman berat bagi Tarrant. ” ingatnya.

Menurut Newbold, dalam dalam penjara Salandia Baru mayoritas napinya adalah orang-orang kulit hitam dan ketika orang-orang ekstrimis kulit putih masuk mereka kebanyakan ketakutan dan ‘menundukkan kepala’ seperti waria.

“Saya memprediksi Tarrant akan di isolasi penuh selama di penjara setidaknya untuk 5 atau 10 tahun, dia akan dikurung di sel sendirian.” katanya, seperti dikutip NZ Herald.

Sebelumnya dikabarkan dunia berduka. Sekitar 40 jiwa Muslim di Salandia Baru dipastikan ‘syahid’ setelah dibantai secara brutal oleh seorang teroris.

Harian New Zealand Heralnd menyebut dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru masing-masing Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, menjadi ladang pembantaian seorang pria berkulit putih, yang diyakini sebagai teroris.

Pelaku penembakan brutal itu diindentifikasi bernama Brenton Tarrant, pria dengan wajah bengis berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Image result for black power new zealand
Tampilan Geng Black Power

Menurut informasi, Tarrant sebelum beraksi cukup aktif mengupdate status kebencian di  media sosial. Dia bahkan sampai menyiarkan secara LIVE aksi pembantaian yang menimpa ummat islam disana melalui akun facebooknya.

Siaran langsung dimulai ketika Tarrant mengendarai sebuah mobil van menuju Masjid Al Noor di Deans Ave. Ia lalu memarkir mobilnya. Sejurus kemudian Tarrant mengambil senapan beserta amuni yang diletakkan di bangku penumpang sebelah sopir. Setelah itu, Tarrant keluar mobil dan berjalan menuju masjid.

Korban pertama yang dieksekusi adalah seorang pria yang berada persis di pintu utama masjid. Senapan yang digunakan Tarrant penuh dengan tulisan putih. Beberapa tulisan yang terbaca tampak seperti nama-nama orang.

Setelah mengeksekusi pria pertama, Tarrant lalu masuk kedalam masjid dan mulai melakukan pembantaian secara membabi buta ke semua jamaah shalat Jumat. Korban terjatuh dan terhempas ke lantai masjid dengan berlumuran darah.

Suasana langsung panik. Beberapa jamaah sekarat mencoba berusaha merangkak menyelamatkan diri. Biadabnya, saat masih ingin menyelamatkan diri itu pula, pelaku langsung menghunjami lagi jamaah-jamaah yang sekarat itu hingga menemui ajal.Setelah melakukan pembantaian, Tarrant berdiri di ujung lorong untuk mencegah kemungkinan adanya orang-orang lain yang mencoba melarikan diri. Jamaah-jamaah yang meringkuk didalam masjid tetap ditembaki tanpa belas kasihan.Kemudian, pelaku menuju sejumlah ruangan dan kembali melancarkan tembakan lagi.

Tarrant sempat berhenti beberapa kali untuk mengisi amunisi. Sekitar tiga menit di dalam, pelaku keluar dan kembali menembaki masjid dari arah jalan. Dia juga menembaki sejumlah mobil yang melintas di dekat masjid.

Pelaku lalu menuju berlari menuju mobil yang terparkir di dekat masjid. Bukan untuk kabur, namun mengambil amunisi tambahan dan mengisinya kembali (reloading).Selanjutnya pelaku beringas ini langsung masuk ke amsjid lagi untuk memastikan tidak ada orang yangmasih hidup atau selamat. Pelaku kemudian menembaki orang yang tergeletak di lantai secara serampangan supaya benar-benar tewas. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan masih namun tetap menembak seorang wanita di jalanan. Selanjutnya pelaku lalu masuk ke mobil dan langsung kabur.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengkonfirmasi sekitar 49 orang meninggal dalam insiden penembakan dua masjid di Kota Christchurch.

Dikutip dari New Zealand Herald, Ardern mengatakan situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dia juga menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris. Jacinda menduga serangan tersebut sudah dipersiapkan jauh hari. []

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!