Leumak Maboek Tinggal di Qatar. Gaji 147 Juta/Bulan Plus Free Tek Tok Fasilitas Wah

Semua yang namanya manusia dibumi ini, kebanyakan pasti ingin hidup bahagia. Hidup nyaman, punya berbagai fasilitas penunjang hidup adalah impian. Terlebih lagi di Indonesia yang konon katanya negara subur, kaya sumber daya alam sehingga mustahil rakyatnya hidup melarat dan kelaparan.

Namun jumlah sumber daya alam Indonesia yang melimpah bak anomali dengan kenyataannya didalamnya. Padahal ‘Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.’ Pernyataan ini sangat jelas tertuang dalam UUD 1945 Pasal 33 (3). Kenyataanya yang kaya raya tetap ‘dikuasai’ para pengusaha dan kroni-kroni penguasa.   

Nah bicara bagaimana cara negara memakmurkan rakyatnya, mungkin kita harus banyak belajar dari negara Qatar, sebuah negara yang memang tidak seluas Indonesia, negara ini kecil saja namun semua kekayaannya yang bersumber dari minyak bumi benar-benar dimamfaatkan untuk memanjakan rakyatnya. 

Qatar adalah : 
– ‘syurga dunia’
– laut ditimbun disulap menjadi megacity
– awalnya gurun pasir kini menjadi hutan bangunan tertinggi di dunia

Apa dan siapa sebenarnya Qatar?

Qatar (dalam bahasa Arab: دولة قطر , Daulah Qatar) adalah sebuah negara emirat di Timur Tengah yang terletak di sebuah semenanjung kecil Jazirah Arab. Letaknya di Asia Barat. Satu-satunya batas darat mereka adalah Arab Saudi di selatan dan sisanya berbatasan dengan Teluk Persia. Teluk ini juga yang memisahkan Qatar dari negara pulau Bahrain.

Setelah berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Qatar menjadi protektorat Inggris pada awal abad ke-20 hingga merdeka pada tahun 1971. Qatar dipimpin oleh Keluarga Thani sejak awal abad ke-19. Syekh Jassim bin Mohammed Al Thani adalah pendiri Qatar. Qatar merupakan negara monarki dengan kepala negaranya adalah Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Bisa dikatakan Qatar sebagai sebuah negara berbentuk monarki konstitusional dan bisa juga monarki absolut. Pada awal 2017, total populasi Qatar mencapai 2,6 juta jiwa: 313.000 warga negara Qatar dan 2.3 juta ekspatriat asing.

Apa yang menyebabkan Qatar begitu dikenal dunia karena kemakmurannya? Tak lain karena income negara Qatar ini mutlak berasal dari cadangan gas alam dan minyaknya yang terbesar ketiga dunia. Mereka mengekspor minyak keberbagai negara; benua Amerika, Asia hingga Eropa. 

Pendapatan Qatar masuk tertinggi di dunia. Sehingga kehadiran Qatar sebagai sebuah ‘super power’ Arab memiliki pengaruh cukup signifikan di Jazirah Arab. Apalagi pada 2022 nanti, Qatar sudah ditetapkan sebagai tempat perhelatan akbar sepakbola Piala Dunia oleh FIFA, sehingga Qatar didapuk sebagai negara Arab pertama yang menghelat piala akbar sepakbola ini. 

Apa saja kehebatan Qatar yang terkenal sebagai negara paling diburu para ekspatriat dunia itu?

1. Bayi yang baru lahir sampai dewasa langsung dijamin hidupnya oleh negara

Kedengaranya seperti dongeng di negara kita. Tapi tidak di Qatar. Mereka tak mempermasalahkan berapa banyak uang dihambur hanya untuk menangani bayi-bayi yang baru lahir.

Rakyat disana tak akan ketakutan memiliki banyak anak dan khawatir akan kelaparan karena semua bayi yang lahir dibiayai dan ditanggung penuh oleh negara. Tak ada istilah banyak anak banyak hutang.

Sementara dinegara-negara kismin rakyatnya ketakutan bila memiliki banyak anak karena langsung menanggung hutang, tidak halnya dengan Qatar. Bayi lahir, dapat gajian ! 

Saat pra melahirkan, pasangan suami-istri di Qatar tak merasa susah akan mau ngutang dimana untuk beli popo bayi atau susu karena negara sudah hadir memberi solusi. Mereka tak perlu pusing akan mahalnya biaya melahirkan di rumah sakit. Semua ditanggung negara! Keluarga ini disediakan fasilitas rumah, bebas memilih sekolah hingga tingkat universitas. Tak peduli mau sekolah dimana; di dalam atau luar negeri tidak masalah, dah! Karena negara menanggung berapapun biaya si anak dari mulai SPP hingga biaya hidup sehari-hari, plus uang saku dalam jumlah geleng-geleng kepala. 

Setelah tamat belajar (pendidikan), negara lagi-lagi mempersilahkan si anak memilih pekerjaan yang cocok baginya. Negara memberi gaji yang lebih tinggi dari ekspatriat (TKA) untuk kualifikasi setara dan sejenis. Rakyat asli harus lebih tinggi dari pendatang (penduduk asing).

Bila waktu menikah tiba. Si laki-lakinya dipersilahkan lagi memiliki lebih dari 1 istri, maksimal 4 (empat) istri. Negara menyediakan untuk masing masing dari setiap istri pembantu rumah tangga dan sopir. Negara yang menggaji pembantu dan sopir. 

Related image

2. Tidak ada pengangguran

Karena dari awal sudah ditanggung segala hal hingga lulus kuliah. Sampai diberikan tempat bekerja, maka mustahil Qatar memiliki pengangguran. Hampir semua lulusan perguruan tinggi dipastikan mendapat pekerjaan yang layak sesuai kemampuannya. 

Di negeri makmur ini, mencari pekerjaan bukan hal sulit. Para lulusan akan langsung mendapat tawaran bekerja di berbagai perusahaan sesuai minatnya. Gaji dan semua tunjangan jangan dibandingkan di negeri kismin. Karena sangat bikin makmur nggak pakai sumur. Para karyawan tidak ada istilah ‘cash-bon’ disaat bulan tua tiba, karena dari tunjangan saja sudah cukup untuk berpoya-poya. Kalau di negera kismin, minta tunjangan tinggi bisa-bisa kena tunjang pak bos perusahaan.
Image result for worker in qatar

4. Pendapatan perbulan Rp. 147 juta/bulan 

Sementara di negara kismin rakyatnya harus mengais-ngais rezeki sampai berdarah-darah, dan tak jarang ngutang sana-sini demi bertahan hidup. Di Qatar pendapatan rakyatnya rata-rata malah mencapai 147 juta rupiah per bulanya. 

Pendapatan cukup tinggi ini didapat dari pendapatan per kapita yang ‘meuhamboe’ dari negara dari minyak. Semua pendapatan itu dimamfaatkan untuk memakmurkan rakyatnya. Jadi otomatis rakyatnya bergelimang uang dan tak serba kekurangan. Kamus ‘cash-bon’ tidak dikenal disini. Apalagi kredit ini kredit itu. Bunga bank ke laut! 
Image result for rich in qatar
Bayangkan saja untuk pekerja pelayan rumah tangga (pembantu) saja digaji berkali lipat dari negara lain. Mereka rerata mendapat income $200-$431 per bulan atau bila dikalkulasi gaji perbulan PRT ini adalah 5,7 juta rupiah! Waduh, ini kan gaji seorang staf biasa di BUMN kalau di Indonesia. Bayangkan saja bila pekerja diatas PRT, katakanlah karyawan setara kabiro, manager dst tentu pendapatannya sangat fantastis. Itu belum lagi sudah dapat fasilitas rumah mewah dengan isi furnitur yang lengkap, kap, kap.

Yang lebih hebatnya lagi, setelah mendapat pendapatan fantastis, berbagai fasilitas wah. Pekerja di Qatar bahkan dibebaskan dari segala pajak gaji. Tidak ada istilah disana ‘pajak nanggroe’ atau pajak-pajak siluman yang menyengsarakan rakyat.

Beda sekali di negara-negara kismin, termasuk Indonesia yang masih terus dalam grade ‘berkembang sampai kiamat’.  Sudah susah cari pekerjaan, dapat gaji malah kena pajak lagi. Akhirnya tekor. Tiap bulan harus ‘cash-bon’ untuk menutupi kekurangan. Sudah gitu, pajaknya kebanyakan disikat sama mafia pajak seperti kasus Gayus Tambunan yang heboh itu. Sampai sekarang pun masih nggak jelas kasusnya. 

Di Qatar tidak hanya pekerja asli negeri yang dibebaskan pajak. Pekerja asing alias TKA juga mendapat perlakuan yang sama sehingga banyak orang-orang pergi ke Qatar demi mengubah nasib. Walau pun semua itu juga tak mudah.
Image result for rich in qatar

5. Beban kerja ringan 

Setelah mudah mendapat pekerjaan, digaji dan mendapat tunjangan, fasilitas yang memanjakan. Bekerja di Qatar juga tidak seperti mengangkat beban segunung lalu mendapat gaji secuil. Beban kerja disini lebih ringan tapi dengan pendapata malah lebih ‘makmur’. Beda sekali kalau di negara kismin. Beban kerja seberat besi 1 ton, dapat upah malah seringah biji zarrah. 

Maka pekerja di qatar benar-benar betah dan sangat menikmati kerjanya sehingga jarang sekali kasus-kasus berhenti dari pekerjaan mengemuka disini.  Semua betah tingkat 7 langit.
Related image

6. Tidak ada penjahat, negara paling aman di dunia 

Nah indikator sebuah negara kaya dan rakyatnya makmur, punya pekerjaan dengan pendapatan yang membuatnya betah, semua itu berimbas pada perilaku sosial. Qatar termasuk negara paling ama dari kejahatan, kriminalitas bersanding dengan negara-negara makmur lainya di Eropa seperti Swiss, Swedia, Denmark dan sekitarnya. 

Di Qatar jarang sekali terdengar kasus garong, pencopetan, begal dan sejenisnya karena tingkat kemakmuran yang merata bagi rakyat sangat berpengaruh pada tingkat kejahatan yang minim. Akibatnya, polisi di Qatar lebih sering duduk-duduk dan ‘peng canang’ di warung kopi. Polisi disana juga jarang menggelar razia legal, lebih-lebih lagi illegal. Penjara kosong melompong. Mungkin Pak Polisi disana harus menahan tikus nyasar untuk dijadikan tahanan di hotel prodeo sangking tak ada manusia yang bisa dijebloskan ke sel.
Image result for police car in qatar

7. Dapat bonus haji dan umrah kapan saja dan bisa berkali-kali

Tak ada kata yang bisa kita ucapkan untuk katar selain ‘luar biasah’! Karena sudah makmur nggak pakai kumur-kumur, rakyatnya juga akan diberi fasilitas haji yang pengurusannya tak berbelit-belit atau menungga waktu lama.

Para calon haji bisa langsung mendaftar dan ia akan boleh berangkat pada tahun pertama saat mendaftar. Perusahaan-perusahaan dimana karyawannya bekerja juga akan diberikan kelonggaran cuti kapan pun ia mau berangkat umrah.
Image result for haj qatar
Data Pendapatan Perkapita (GDP) Qatar sejak 2015-2016 menyebutkan Qatar mengoleksi USD 132 ribu atau setara dengan Rp. 1,7 Milyar perkepala pertahun. Setelah tidak membebani pajak kepada rakyatnya, semua fasilitas negara mulai dari listrik, air PAM dll semua gratis alias ‘free tektok’ (bahasa Aceh)>

Apakah ada Bank? Ada tapi tidak ada riba. Terkadang bila sang Raja berulang tahun, maka seluruh hutang rakyatnya dihapuskan oleh Raja via bank. Rakya tidak punya hutang di bank.

Mengapa Qatar bisa ‘bagaikan syurga’ di dunia ini? Karena Kerajaan Qatar menjadikan Al Qur’an sebagai Undang-Undang dan Hukum positif. Tidak ada Hukum atau Undang-Undang yang lebih tinggi dari Al Qur’an di Kerajaan Qatar. Inilah salah satu negara paling kaya di dunia. Negara ini tidak punya hutang kepada negara manapun.

Menurut IMF GDP Qatar = US$ 132,870 (Rp 1,7 Miliar). World Bank menyebut GDP Qatar = US$ 141,543 (Rp 1,8 Miliar). Dengan kata lain gaji/pendapatan rata-rata penduduknya Rp 147 juta/bln sudah bisa ditarik di ATM. Makin tiap tahun makin naik. Bahkan pada 2017 lalu, GDP Qatar mencapai US$ 145,894.

Pendapatan per kapita digunakan sebagai tolok ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan per kapitanya, semakin makmur negara tersebut.

Ini adalah bukti janji Allah SWT dalam AL-QUR’AN untuk sebuah negara dimana raja dan rakyatnya taat:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡہِم بَرَكَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami (Allah) akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raaf: 96).

Related image
Bila para penguasa di negeri kita ada niat mengubah negeri ini seperti Qatar, memakmurkan rakyat seperti yang dialami rakyat Qatar, maka mulailah dengan benar-benar menjalankan UUD 1945 Pasal 33 (3) seperti awal-awal saya tulis dalam artikel ini. 

Sekurangnya-kurangnya bisa menggarap potensi alam (SDA) seperti minyak, gas bumi, nikel, besi, emas dll yang semuanya dimamfaatkan untuk kemakmuran rakyat maka bangsa ini pun bisa selangkah diatas Qatar. Namun itu bukan hal mudah karena mentaliltas pemangku negeri saja masih jauh dari harapan. Namun jangan pernah pesimis untuk mengubah keadaan. Apakah emas di negeri sendiri lebih silau daripada emas dinegeri orang? Jawabannya ada sama pemangku kekuasaan. Rakyat wajib dimakmurkan itu adalah tupoksi penguasa negeri. | Milah Yabmob/Halim El Bambi | LookAge.id | All Rights Reserved

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!