Sayuti, Putra Peusangan Menjejak Senayan

Sayuti SH MH adalah pengacara top asal Aceh yang kini menjejak pengacara-pengacara beken kelas nasional.

Saat hasil Pilkada 2017 silam dipermasalahkan rival politik yang kalah, ia ditunjuk dan dipercaya Irwandi Yusuf untuk melawan pengacara papan atas sekelas Prof. Yusril Ihza Mahendra. Keduanya bertarung ditingkat MK (Mahkamah Konstitusi).

Hebatnya Sayuti mampu keluar sebagai pemenang. Pasangan Irwandi Yusuf – Nova tetap sah sebagai produk Pilkada 2017 yang halal (legal). Sementara itu, Prof YIM terpaksa angkat koper balik ke Jakarta karena kalah lihai dari Sayuti dalam hal pertarungan hukum. Sayuti dielu-elukan sebagai ‘pahlawan’ pemenang Pilkada 2017.

Tapi itu dulu. Sekarang Sayuti telah menjadi salah satu caleg potensial PKB untuk DPR-RI. Potensi Sayuti cukup besar melaju ke Senayan mengingat massa PNA dan rakyat dari Dapil 2 sudah bulat bekerja mengantarkan dirinya ke Jakarta.

Sayuti satu-satunya Caleg DPR RI dari parlok PNA. Ia sangat diharapkan para konstituen lolos ke Senayan karena bagi rakyat Aceh, Sayuti merupakan pribadi intelektual muda yang pro rakyat. Reputasinya terus meroket.

Di Dapil wilayah pemilihanya (dapil 2) yang meliputi Tamieng, Aceh Utara, Bireuen, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tengah, Lhokseumawe, nama Sayuti yang identik sebagai orang dekat Tgk Agam (Irwandi Yusuf) cukup melekat ditelinga lapisan masyarakat.

Tim-tim pemenangan sudah tumbuh bak jamur dan kini terus bekerja maksimal mengusung namanya ke Senayan. Kebanyakan konstituennya sudah bulat tekad memilihnya. Keluarga besar PNA sudah otomatis bekerja maksimal untuknya, khususnya dari Dapil 2 tempat ia mengumpulkan suara.

Menurut beberapa ulama seperti Abu Tumin dan beberapa muridnya yang menjadi ulama terkemuka di Aceh. Sayuti adalah sosok intelektual muda Aceh asli Peusangan, Bireuen yang memiliki segudang ide-ide cemerlang. Ia sangat fokus pada program pembangunan imtaq generasi muda Aceh. Karena dirinya fokus pada pembangunan karakter Islam untuk kemajuan dunia pesantren atau dayah di Aceh ini pula, ia didukung para ulama dan tokoh masyarakat berpengaruh di.

Menurut Sayuti, dayah adalah :

1 Dayah adalah simbol pendidikan Islam paling tua di Aceh bahkan di Indonesia
2 Dayah atau pesantren adalah trigger mencetak ulama. Sedang ulama adalah pewaris nabi yang menjadi tokoh sentral dan perannya sangat penting dalam tiap kehidupan ummat
3 Pemerintah melalui Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh harus terus dikontrol dan disupport oleh semua pihak demi kualitas pendidikan
4 Kurikulum lokal harus dipadu dengan kurikulum nasional yang memiliki qualifikasi sampai jenjang S1, S2, dan S3 di berbagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia serta luar negeri, terutama di dunia Arab yang merupakan tempat lahirnya sejarah Islam tertua didunia
5 Pemerintah harus terus didorong untuk terus menganggarkan dana tanpa batas demi memberikan beasiswa tanpa pandang-bulu kepada semua santri Aceh yang berprestasi, lebih-lebih santri berstatus yatim/piatu dan miskin sampai selesai.

Ia juga sebelumnya sudah fokus pada aksi sosial mengurangi angka kemiskinan dengan menggelar program pembangunan rumah dhuafa bersama relawan Irwandi Yusuf. Dua duta pembangunan rumah dhuafa yang dipercaya Irwandi Yusuf masing-masing Milah Yabmob dan Mahyu Batee Kureeng selanjutnya akan dipercaya kembali membangun rumah dhuafa apabila rakyat memilihnya ke Senayan. | Halim El Bambi | LOOKAGE.ID 

Baca: Sayuti: 2 Masalah Serius yang Sedang Dihadapi Ummat Islam saat ini. Apa saja?

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!