Tuntutan 10 Tahun Kepada Irwandi Tuai Kritikan dari Praktikisi Hukum dan Rakyat Aceh

Tuntutan 10 tahun penjara yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK terhadap Gubernur Aceh non Aktif Irwandi Yusuf dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/3/2019), menuai banyak kritikan dari para praktisi hukum yang ada di Aceh dan Jakarta.

Santrawan Paparang, salah seorang Tim Penasihat Hukum Gubernur Non Aktif Irwandi Yusuf, di Jakarta paska Jaksa KPK menuntut Irwandi 10 tahun penjara angkat bicara keras kepada sejumlah wartawan.

“Fakta-fakta yang kami temukan selama berbulan-bulan malah tak diangkat kepermukaan oleh jaksa. Tidak ada fakta-fakta yang telah meringankan Irwandi Yusuf itu diangkat, padahal fakta-fakta hukum itu adalah bukti Irwandi bisa dituntut bebas. Ini yang sangat kami sesalkan.” terang Paparang.

Sementara itu salah seorang Pengacara Aceh Kamaruddin SH, mengatakan kalau tuntutan JPU KPK terlalu dipaksakan dan tidak sesuai dengan fakta yang terungkap didalam persidangan. Padahal, katanya, sesuai pengakuan-pengakuan sejumlah saksi yang telah dihadirkan ke persidangan, baik saksi yang diajukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa maupun JPU sendiri, seharusnya Irwandi Yusuf dapat dituntut Bebas.

”Kita berharap Majelis Hakim dapat mempertimbangkan fakta-fakta di Persidangan, sehingga nantinya bisa memutuskan perkara ini dengan membebaskan Irwandi Yusuf dari segala dakwaan. Atau jika Hakim punya pendapat lain, kita mohon ada keadilan yang seadil-adilnya,” ujar Kamaruddin SH.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Aceh Legal Consult (ALC) Muslim A Gani SH.
Menurutnya, tuntutan JPU kepada Irwandi selama 10 tahun penjara dan sejumlah denda bagaikan ‘gurita mabuk’ dan terlalu di dramatisir.

“Kasus masa lalu masih diangkat saat pemerintahan pertama Irwandi Yusuf, yang bersangkutan telah menerima gratifikasi dari proyek dermaga Sabang dan kasus lainnya, ini suatu hal yang aneh dan terlalu di dramatisir. Jadi tuntutan itu menurut hebat kami sangat belebihan. Jaksa KPK sepertinya telah memakai jurus pukat harimau untuk menuntut Irwandi Yusuf 10 Tahun penjara.” ujar Muslim A Gani.

Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf pada Senin (25/3) di tintut Jaksa KPK 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Tuntutan ini banyak menuai protes.

Warga Aceh di media sosial banyak menumpahkan kekesalannya terhadap jaksa KPK yang terkesan menzalimi Irwandi Yusuf.

Fuady Yusuf, salah seorang netizin membuat status di laman facebooknya kalau tuntutan KPK yang menapikan kesaksian-kesaksian saksi bisa memancing amarah rakyat Aceh. Bahkan ia mengancam akan mencabut dukungan kepada pasangan capres no 1 untuk berbalik ke no 2 apabila Irwandi ‘dipaksakan’ dipenjara.

“Jika 01 tidak bebaskan Irwandi 1 April semua baliho yang terpasang foto Irwandi akan kita turunkan dan dibakar.” ancamnya.| Halim El Bambi | LOOKAGE.ID

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!