Opini Saya Selaku Anak Desa Mengenai Tuntutan Jaksa KPK Kepada Irwandi Yusuf

“Tuntutan Jaksa Penuntut Umum, dengan hukuman 10 tahun penjara dan subsider denda 500 juta, serta pencabutan hak politik selama 5 tahun kepada Irwandi Yusuf, untuk sebagian orang tentunya dianggap terlalu ringan, mengingat dampak politik dan ekonomi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kita atas peraktek korupsi ini terlalu besar atau sangat dahsaat, apalagi kejahatan korupsi ini sudah dianggap musuh negara dan termasuk kejahatan ekstra ordinary crame atau kejahatan luar biasa…

Namun demikian saya sebagai peraktisi hukum atau advokat, tentu selalu melihat dari sudut yang menguntungkan atau meringankan terdakwa, tuntutan 10 tahun itu terlalu berat, apalagi Irwandi, misalnya telah melakukan upaya-upaya ekstra agar dia dihukum atau dituntut ringan, dengan salah satunya menyampaikan ke-publik melalui media Youtube bahwa kasus yang dihadapinya tidak murni kasus hukum akan tetapi lebih kental muatan politiknya.

Irwandi dengan gagah menyampaikan kampanye melalui media luar ruang bahwa dia mendukung pasangan presiden 01 dengan harapan barang kali bisa mempengaruhi situasi persidangan hukum yang sedang dia jalani… akan tetapi efek dari dukungan Irwandi untuk Jokowi tidak terlalu berpengaruh untuk menghambat tuntutan maksimal dari Jaksa Penuntun Umum – JPU, hal ini tentunya bisa dipahami, paslon presiden 01 yang merupakan incamben tidak akan mau mengorbankan elektabilitasnya hanya untuk Irwandi, apalagi baru saja pasangan tersebut diguncang gempa KPK berkekuatan 9,8 sr atas ditangkapnya melalui operasi tangkap tangan saudara Romi ketua umum PPP yang sebelumnya dikesankan sangat dekat dengan Jokowi, malah sampai viral di media sosial, Romi menerima jasa ubah do’a, karena dalam satu moment salah satu Kiyai salah ucap do’a untuk Jokowi, seharusnya berdo’a untuk Jokowi dua periode, eh malah tersebut nama Prabowo, disitulah Romi jadi hero atau pahlawan, meminta agar do’a pak Kiyai diubah….

Tapi menurut saya apapun yang terjadi untuk Irwandi, kita masyarakat Aceh terutama politisi dan birokrasi harus dapat menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting, apalagi ini bukan kasus yang pertama Gubernur dan ketua partai politik ditangkap oleh KPK, karena sebelumnya sudah diawali oleh Abdullah Puteh Gubernur Aceh yang juga politisi kawakan Golkar mendekam dipenjara atas kasus korupsi atau berstatus koruptor setelah mendapat ponis dari pengadilan.” [Kasibun Daulay, SH – Praktisi Hukum di Aceh]

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!