Ketua Harian PNA, Tiyong: Jakarta Jangan Curiga Berlebihan Kepada Aceh

Kondisi Aceh terkini terus mendapat sorotan dari berbagai pihak. Lebih lagi ketika Jaksa KPK menuntut Gubernur non Aktif Irwandi Yusuf dengan 10 tahun penjara plus denda. Padahal dari berbagai sidang yang sudah digelar secara maraton oleh Pengadilan Tipikor di Jakarta belum ada tanda-tanda tokoh perdamaian itu bersalah dalam tuduhan kasus suap.

Lusinan saksi yang diboyong ke Jakarta malah kebanyakan memberi keterangan dimana Irwandi tak ada sangkut paut dengan masalah penerimaan uang . Saksi-saksi yanghadir itu justru meringankan Irwandi Yusuf. Anehnya, KPK malah menutup mata dengan kenyataan ini dan sebaliknya mulai melancarkan tuduhan-tuduhan lain yang terlalu dipaksakan agar Ketua Umum PNA itu terjerat hukum.

Tak pelak banyak pihak mulai dari praktisi hukum sampai para politisi angkat bicara dengan apa yang dihadapi Irwandi Yusuf. Tarmizi, pengurus di PNA  protes keras kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengatakan KPK sudah menggiring opini publik seakan-akan Irwandi Yusuf sudah bersalah.”

“Menurut saya, KPK sedang melakukan upaya pembunuhan karakter (character assisination) terhadap Ketua Umum DPP PNA kami ini.” tegas Ketua Pospera itu seperti dilansir media ini beberapa hari lalu.

Malah, seorang politisi di Jakarta bernama Mujiburrahman lebih mengerikan lagi kecurigaannya kepada pemerintah dengan menyebut ada sebuah Skenario Besar Jakarta Melakukan Pembersihan Pemerintahan Aceh Dari Unsur Mantan GAM.

Tak tinggal diam, Ketua Harian DPP PNA, Samsul Bahri atau yang biasa dikenal Tiyong menyebut kondisi Aceh hari ini sedang diobok-obok oleh sebuah kekuatan sistematis yang ingin pembangunan Aceh macet dan perdamaian yang sudah terbina terganggu.

“Hari ini ada pihak yang ingin membungkam kekuatan politik partai lokal di Aceh sehingga kekhususan Aceh sesuai MoU dan UUPA sama artinya juga akan dibungkam untuk ke depan.” sesal Tiyong.

Tiyong berbicara panjang lebardalam rapat ‘Konsolidasi PNA’ yang digelar di Kantor DPW PNA Pidie di Gampong Benteng Kota Sigli, (Minggu/31/3).

Tiyong mengurai bahwa cita cita menuju Aceh hebat yang sudah susah payah dibangun dalam pemerintahan Irwandi Yusuf sekarang terhalang oleh adanya dugaan konspirasi politik jahat yang dilancarkan Jakarta dengan menangkap Gubernur Aceh yang juga Ketua Umum DPP-PNA itu dengan tuduhan yang tidak mampu dibuktikan di persidangan.

“Irwandi ditangkap karena ia salah seorang tokoh GAM yang paling berpengaruh. Mestinya hal itu tak perlu dilakukan Jakarta mengingat semua tokoh GAM sudah berintegrasi dalam NKRI dan kini sudah sama-sama bahu-membahu membangun negeri dengan Jakarta. Untuk alasan apa pula masih dicurigai. Ini kan sama saja membuat persepsi rakyat Aceh kepada Jakarta masih belum ikhlas menerima Aceh dan membangun serta membina perdamaian di Aceh. Jadi demi semangat menjaga perdamaian dan pembangunan, Jakarta hendaknya jangan curiga berlebihan kepada Aceh.” jelas Tiyong.

Tiyong menuding ada pihak-pihak yang masih kurang senang Aceh dipimpin mantan petinggi GAM dan untuk itu Irwandi dibungkam. “Ini sama saja seperti ingin melemahkan implementasi MoU dan UUPA yang sudah disepakati antara GAM-RI di Helsinki”. sesal Tiyong.

Mantan GAM ini juga meminta para pihak agar sebisa mungkin menjaga perdamaian dan menghilangkan rasa curiga yang berlebihan kepada mantan GAM sehingga ritme pembangunan berjalan sinergis paska perdamaian.

Dalam rapat itu, Tiyong juga menuding adanya upaya pengkhianatan yang dilakukan secara sistematis oleh orang dekat gubernur dalam pemerintahan.

“PNA sebagai partai utama pengusung Irwandi-Nova hari ini juga tidak dianggap lagi oleh Plt Gubernur Aceh. Tidak tertutup kemungkinan adanya upaya pengkhianatan yang sistematis terhadap amanah rakyat Aceh dengan menangkap Gubernur Aceh.” katanya yang diteriaki yel-yel para hadirin.

Sementara itu Ketua DPW PNA Pidie, Iskandar Cagee melalui Jubir Tgk Mukhtar Syafari MA  menerangkan rapat yang digelar dengan menghadirkan pengurus PNA Pusat itu bertujuan melakukan konsolidasi partai menjelang Pileg 2019 yang tak lama lagi akan digelar dibulan April ini.

Baik Ketua Harian PNA dan Ketua DPW PNA Pidie sama-sama meminta kepada segenap keluarga besar PNA untuk bisa lolos dan mendapat kursi ke parlemen.

“Waktu 14 hari lagi menjelang Pemilu adalah masa untuk terus mengumpulkan suara dan mempertahankan yang ada sehingga target kita satu Dapil 2 kursi akan tercapai.” himbau Tiyong yang diaminkan Cagee.

Hadir dalam rapat konsolidasi itu adalah pengurus DPP PNA Pusat, Caleg DPRA Dapil 2, caleg DPRK Pidie dan pengurus DPK se Kabupaten Pidie di Markas PNA Pidie, Gampong Benteng Kota Sigli. | Halim El Bambi/Milah Yabmob

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!