Jengkol dan Mamfaatnya untuk Tubuh

Jengkol atau jering (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia (disebut “jering”), Myanmar (disebut “da nyin thee'”), dan Thailand (disebut “luk-nieng” atau “luk neang”).Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai bahan pangan.

Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat. 

Menurut beberapa catatan pakar kesehatan, jengkol punya banyak mamfaat :

1. Sumber protein
Tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup. Umumnya, asupan protein tersebut dari daging, tahu, tempe, susu, dan makanan lainnya. Namun jengkol juga bisa menjadi sumber protein. Kandungan protein pada jengkol juga dipercaya melebihi kandungan protein dalam kacang hijau. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan adalah jangan mengonsumsi jengkol terlalu banyak dan konsumsilah dalam jumlah yang wajar.

2. Mencegah penyakit mag
Bila kita memiliki kebiasaan menunda jadwal makan, atau terlambat makan hal ini bisa menyebabkan munculnya penyakit mag. Kalau sudah begini maka dampaknya pada lambung dan ini bisa sangat berbahaya bagi tubuh.

Manfaat makan jengkol secara rutin bisa mencegah penyakit mag. dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa tikus yang makan jengkol cenderung terlindungi dan terhindar dari gangguan pencernaan, seperti mag. Oleh sebab itu, mulai sekarang jangan menghindar makan jengkol hanya karena aromanya yang bau. Ada banyak trik untuk menghilangkan bau taks edap jengkol dan setelah itu jengkol menjadi hidangan super nikmat.

3. Menangkal radikal bebas
Apabila tubuh manusia mengalami kekurangan antioksidan, maka racun atau radikal bebas akan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit. Sebaiknya, mulai sekarang rutin mengonsumsi jengkol. Karena jengkol mengandung banyak antioksidan berupa polifenol, terpenoid, dan alkaloid yang mampu melawan radikal bebas di dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan metabolisme lainnya.

4. Pembentukan jaringan tubuh
Kandungan protein tinggi dalam jengkol dapat membantu pembentukan jaringan di dalam tubuh. Kandungan protein jengkol jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kandungan protein pada kacang hijau dan kedelai.

5. Mencegah anemia
Jengkol juga kaya zat besi di mana zat besi merupakan peran yang sangat penting untuk mencegah dan mengatasi kekurangan produksi sel darah merah dalam tubuh. Anda tentu tahu bahwa ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah akan berkurang. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh setiap sel dalam tubuh juga akan berkurang.

Efek kurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke sel akan menurunkan fungsi atau kinerja sel. Tidak heran jika seseorang memiliki kekurangan zat besi, dia akan terlihat lemah, mudah lelah, dan putus asa. Nah, bagi Anda para wanita, ketika sedang menstruasi, mengonsumsi jengkol sangat disarankan agar tubuh Anda tidak kekurangan zat besi karena jumlah darah menstruasi keluar dari tubuh.

6. Mencegah tulang rapuh dan memperkuat tulang dan gigi
Selain zat besi dan protein, kandungan zat lain dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang rapuh (osteoporosis). Jadi sering mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa membuat tulang di tubuh Anda menjadi lebih kuat.

7. Mengatasi penyakit jantung koroner
Jengkol adalah makanan yang bersifat diuretik (pembuangan urine menjadi halus). Pembuangan urine yang halus sangat baik untuk penderita penyakit jantung.

8. Merampingkan perut
Jengkol juga bisa membantu merampingkan perut buncit. Kandungan serat yang tinggi dapat melancarkann BAB sehingga secara tidak langsung membuat perut menjadi langsing. Salah satu penyebab perut buncitnya seseorang adalah karena buang air besar tidak lancar dan tidak teratur.

9. Mencegah diabetes
Hebatnya, jengkol dapat mencegah timbulnya diabetes. Jengkol memiliki zat yang tidak ditemukan pada bahan makanan lainnya. Zat itu disebut asam Jengkolat. Asam jengkolat ini membentuk kristal yang tidak larut oleh air. Karena sifat diuretik jengkol ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh orang-orang yang mengalami gangguan ginjal. Dikhawatirkan ginjal tidak akan bisa menyaring buah jengkol asam jengkolat. Akibatnya ginjal tidak mampu menyaring asam jengkolat yang sulit berhentinya buang air kecil.

10. Mengatasi penyempitan pembuluh darah
Penderita penyakit jantung mengalami penyempitan pembuluh darah sehingga darah yang mengalir menuju jantung menjadi lancar. Kandungan mineral dalam jengkol itu dapat melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan mencegah pembuluh darah menyempit kembali. Nah, agar khasiat jengkol menjadi optimal, sebaiknya jangan memasak jengkol terlalu matang.

11. Mengatasi sembelit pada ibu hamil
Wanita hamil sering mengalami konstipasi. Kandungan serat dalam jengkol dapat mengatasi masalah konstipasi. Dengan kata lain, serat dalam jengkol membantu pencernaan dan buang air besar. Tapi tetap tidak terlalu banyak mengonsumsi jengkol ya. Makan jengkol sesuai dengan jumlah yang disarankan.

12. Pertumbuhan tulang dan gigi pada janin masih dalam kandungan
Jengkol juga bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin yang masih dalam kandungan. Tumbuhnya tulang dan gigi bisa berjalan maksimal berkat kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi dalam jengkol.

13. Menstabilkan organ vital di dalam tubuh
Organ penting dalam tubuh akan berfungsi dengan baik dan stabil ketika tubuh memenuhi kebutuhan asam folat dan vitamin B6. Situasinya berbeda jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B6. Tidak heran jika ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan yang kaya asam folat untuk perkembangan janin. Salah satu contoh makanan yang kaya asam folat adalah jengkol. Namun perlu diingat bahwa konsumsi jengkol dalam jumlah sedang. Jangan terlalu berlebihan karena konsumsi berlebihan jengkol akan kurang baik efeknya pada ginjal.

14. Mencegah cacat pada bayi
Kandungan asam folat dalam jengkol juga dapat mencegah cacat bawaan pada bayi.

15. Mengontrol kadar gula darah
Khasiat jengkol lainnya adalah dapat mengontrol kadar gula darah sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Jengkol mengandung gula yang ‘ramah’ bagi penderita diabetes. Gula dalam jengkol adalah gula yang paling mudah diurai sehingga aman bagi penderita diabetes. [lookage.id/dbs/doktersehat]

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!