Ummat yang Hidup dan Menyaksikan Dunia Kiamat

Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa menjelang Kiamat bumi akan mengalami guncangan yang amat dahsyat hingga berujung pada hancurnya alam semesta.

Kondisi sedemikian rupa itu disebutkan hanya akan dialami oleh orang-orang tertentu saja. Artinya, tidak semua orang akan mengalami kondisi mengerikan tersebut, khususnya mereka yang beriman.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abdurrahman ibn Syamasah al-Mahdi, ia berkata;

“Aku sedang berada di dekat Ibnu Mukhallad dandi sana ada Abdullah ibn Amr ibn ‘Ash. Abdullah berkata: ‘Kiamat tidak akan terjadi, kecuali terhadap makhluk-makhluk jahat. Mereka lebih jahat daripada penduduk jahiliyah. Setiap kali mereka memohon kepada Allah, pasti Dia tolak.’

Dalam suasana demikian, datanglah Uqbah ibn ‘Amir maka aku berkata: ‘Wahai ‘Uqbah, dengarkanlah apa yang dikatakan oleh Abdullah.’

‘Uqbah menyahut: ‘Ia lebih mengetahui. Adapun aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: ‘Sekelompok umatku akan terus berperang untuk memenuhi perintah Allah, mengalahkan musuh yang tidak mendapat bahaya dari orang-orang menentang mereka, hingga datanglah Kiamat saat mereka dalam keadaan demikian’.’

Abdullah berkata: ‘Benar. Selanjutnya, Allah mengirim bau seperti bau misik dan sentuhannya halus seperti sutra. Aroma ini tidak menyisakan sebiji zarrah pun dari iman yang ada dari hati, kecuali dicabutnya sehingga tinggallah orang-orang yang jahat. Merekalah yang akan tertimpa Kiamat’.” (Hadis Sahih)

Dalam riwayat Abdullah ibn Mas’ud dituturkan: “Kiamat tidak akan menimpa, kecuali atas orang-orang yang jahat. Orang yang tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Mereka bertindak kacau seperti keledai.”

Al-Ashmu’i mengatakan, “Yatahârajûna, yatasâfadûna.” Dikatakan: “Fulan yahrajuha,” al-haraj juga bermakna kekacauan dan pembunuhan. (Hadis Sahih)

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: ‘Malam dan siang tidak akan sirna sebelum Lata dan Uzza disembah.’

Aku pun berkata:‘ Wahai Rasulullah, sungguh saat Allah menurunkan ayat: ‘Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci,’ (QS. Ash-Shaff: 9) aku mengira bahwa itu sudah terjadi (sempurna).’

Rasulullah menjawab: ‘Hal itu akan terjadi sampai waktu tertentu kemudian Allah mengirimkan bau semerbak kemudian matilah setiap orang yang di hatinya terdapat iman sebesar biji sawi. Lantas tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan dan mereka kembali pada agama nenek moyang’.” (HR. Muslim)

Hadis-hadis semacam ini dan hadis-hadis yang serupa, mengandung makna khusus.

Maksudnya, bukanlah bahwa semua agama akan berakhir di semua tempat hingga tidak tersisa sedikitpun.

Pasalnya, Nabi s.a.w. telah bersabda;

“Islam akan abadi hingga Kiamat, tetapi ia akan melemah dan kembali menjadi asing sebagaimana awalnya.” (Hadis Sahih)

Hammad ibn Salmah meriwayatkan dari Qatadah, dari Muthrif, dari ‘Imran ibn Husain bahwaRasulullah s.a.w. bersabda, “Sekelompok umatku akan terus berperang demi kebenaran hingga yang terakhir dari mereka memerangi al-Masih Dajjal.”

Muthrif mengatakan, “Mereka adalah penduduk Syam.”

“Riwayat yang menyebutkan bahwa agama tidak akan putus dan bahwa Islam akan abadi hingga datangnya Kiamat dibantah oleh hadis riwayat Aisyah dan Abdullah ibn Amr, juga oleh riwayat ‘Imran ibn Husain, yang sudah dituturkan terdahulu, bahwa Isa a.s. akan membunuh Dajjal lalu muncullah Yajuj dan Majuj kemudian mati. Isa dan Islam masih bertahan. Di atas bumi, tidak ada yang disembah selain Allah bahwa Isa menunaikan haji diikuti oleh Ashabul Kahfi, berdasarkan penuturan para mufasir. Sudah dijelaskan pula bahwa Ashabul Kahfi adalah Hawari Isa saat diturunkan. Setelah Isa a.s. wafat, Allah mengirimkan angin dingin dari arah Syam. Angin itu menerjang bagian bawah ketiak mereka dan mencabut nyawa setiap muslim dan mukmin. Saat itu, tinggallah orang-orang jahat yang bertindak kacau seperti keledai. Merekalah orang-orang yang tertimpa Kiamat.” Demikian pula dalam riwayat Nuwas ibn Sam’an yang cukup panjang dan sudah dituturkan di atas. (Hadis Sahih)

Dalam riwayat Abdullah ibn ‘Amr dituturkan: “Selanjutnya, Allah mengirimkan angin dingin dari arah Syam hingga tidak meninggalkan satu orang pun yang dalam hatinya terdapat sebiji sawi kebaikan dan iman, kecuali dicabutnya. Bahkan, andai salah seorang dari kalian masuk ke dalam jantung gunung, angin itu pasti memasukinya dan mencabut nyawanya.”

Abdullah berkata, “Aku mendengar riwayat ini dari Rasulullah s.a.w.”

Selanjutnya, ia tuturkan hadis yang secara utuh sudah dikutip pada bagian terdahulu. Dalam hadis ini juga dituturkan tentang peniupan terompetan, kematian, dan kebangkitan. Ini adalah hadis yang sangat gamblang tentang bagaimana punahnya makhluk dan masa. Jadi, Kiamat tidaklah terjadi sementara di bumi masih ada orang yang mengenal Allah maupun orang yang berucap, “Allah… Allah.” (Hadis Sahih)

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!