Muhammad Awi, Pionir Pengentas Pengangguran dari Pidie

Berawal dari hidup susah saat di Banda Aceh, Muhammad Awi, pemuda Gampung Pukat, Garot, Pidie, Mahasiswa Fakultas Kehutanan mencoba peruntungan diperantauan dengan bekerja serabutan. Awi sempat menjadi tukang pangkas demi memenuhi hidup dan studinya.

Setelah lulus, Awi lalu balik ke Sigli. Disini lelaki yang lahir 42 tahun lalu lalu ikut testing CPNS dan tanpa diduga dia lulus dan diangkat sebagai PNS tetap dilingkungan Dinas Kehutanan Kabupaten Pidie.

Namun ternyata bekerja di pemerintahan tidak membuat Awi berhenti sampai disitu. Karakternya yang tidak suka berdiam diri dan berharap gaji bulanan membuat pikiranya berputar keras. Apalagi, banyak warga kampung halamanya berstatus pengangguran akut.

Muhammad memberanikan diri meminjam uang sebanyak Rp. 500 ribu dari kakaknya. Awi mencoba peruntungan dengan membuka balai pembibitan pohon, sebuah dunia yang sama sekali masih awam baginya. Sebuah lahan yang luasnya hanya 400 m2 menjadi peruntunganya. Lahan dipenuhi pohoh pisang yang berada di kampung halamanya lalu dibersihkan. Beberapa warga bahkan sempat mengejek dan menghina dirinya seperti orang gila.

Hebatnya Awi tak memperdulikan sinisme warga yang melihat dirinya berprilaku aneh. Ia terus menyiapkan beberapa bedeng tanah untuk tempat pembibitan pohon dalam polybag yang uangnya hasil ngutang sana-sini. Beberapa pemuda diajaknya membantu mengisi tanah dan benih dalam plastik polybag. Hingga akhirnya bibit pohon yang dikerjakan berjumlah ribuan.

Tanpa dinyana, beberapa orang dan perusahaan satu demi satu mengontak dirinya untuk membeli bibit pohon. Dari waktu ke waktu, pesanan bibit dalam porsi besar terus melonjak naik membuat dirinya kelabakan menyediakan stok. Hingga Awi merekrut pemuda-pemuda dan ibu-ibu dari Kampung Pukat sebagai karyawannya. Hingga kini, Flora Nursery, nama perusahaanya Muhammad Awi sudah memiliki 100 lebih karyawan. untuk ukuran bisnis yang dibangun seorang warga kampung, 100 karyawan yang digaji secara rutin adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Karyawan-karyawan Flora Nursery digilir silih berganti saat sedang ada loading (memuat) bibit dalam truk dan dikirim ke pemesan. Sebagian karyawanya ada yang digaji harian ada juga bulanan, sesuai porsi pekerjaan dan tingkat kesulitan yang dikerjakan Muhammad Isa (36) (dalam gambar berbaju oblong putih sambil pegang kereta) adalah salah satu potret sukses hasil jerih payah Muhammad Awi membangun dunia bisnisnya sambil mengentaskan pengangguran. Isa berangkat dari warga fakir-miskin dan yatim yang awalnya hanya bekerja mocok-mocok. Tidak ada pekerjaan yang tetap digeluti lepasan Panti Asuhan Penyantun Islam Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie ini hari-harinya dihabiskan bekerja serabutan. Kadang Isa, panggilan pemuda murah senyum ini pada suatu waktu bekerja sebagai montir elektronik. Dilain hari, Isa bekerja sebagai montir sepeda motor yang digaji sangat rendah dan tak menentu.

Tapi, hidupnya berubah ketika dia mencoba peruntungan di balai pembibitan pohon milik Muhammad Awi. Flora Nursery, yang bergerak dibidang pembibitan segala jenis pohon keras dan lunak telah mengubah hidup Muhammad Isa. Sistem bekerja di Flora Nursery yang luwes, friendly dan memiliki sistem kompetisi (siapa yang rajin dia dapat banyak bonus) telah menambat hati Isa untuk terus berdikari di Flora Nursery.

Isa termasuk karyawan Flora Nursery yang masuk grade ‘pekerja keras’, rajin dan ulet. Dari hasil jerih payahnya itu, dia pun sedikit-demi sedikit mampu menabung uang dari hasil bekerja di Flora Nursery. Dulunya Isa kalau kemana-mana harus jalan kaki, kini Isa sudah mampu membeli kendaraan roda dua dari hasil digaji di Flora Nursery. Kehidupan Isa kini berubah drastis dari miskin ke sejahtera.

“Saya senang bekerja disini karena pimpinan disini memperlakukan kami (pekerja) seperti keluarga sendiri,” ungkap Isa malu-malu kepada Halim El Bambi/Milah Yabmob dari www.lookage.id.

Isa, satu dari puluhan karyawan Flora Nursery lainya yang direkrut Flora Nursery dari warga kampung sekitar adalah salah satu terobosan Flora Nursery pimpinan Muhammad Awi yang komit mengurangi angka pengangguran di Pidie. Prinsip perusahaan yang diterapkan Flora Nursery “menebar benih sambil menebar kebaikan” merupakan salah satu model yang menjadi inspirasi banyak kalangan.

Flora Nursery pun kini dikenal sebagai sebuah perusahaan yang sudah banyak sekali menyalurkan jutaan bibit dari segala jenis pohon bukan hanya untuk bisnis oriented tapi juga ikut terlibat dalam program penghijauan berbasis green.

Muhammad Awi bahkan tak sungkan-sungkan menyumbang ribuan bibit pohon untuk ditanam secara gratis kepada sejumlah NGO/LSM, personal, lembaga pendidikan baik sekolah maupun dayah. “Dalam bisnis saya berprinsip, bahwa kita tidak semata mencari keuntungan tapi juga kita harus peduli kepada alam. Apalagi alam Aceh saat ini dalam posisi perlu mendapat perhatian dari segala pihak untuk dihijaukan,” kata Awi sambil menambahkan sampai sekarang Flora Nursery sudah memiliki lahan seluas 2 hektar yang diisi jutaan segala jenis bibit pohon keras dan lunak. | Halim El Bambi | LOOK AGE

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!