Tekuk Jets FC 1-0, Pidie FC Gondol Piala Liga Champion

Pidie News – Indramayu | Awal memasuki musim ke 52 Top Eleven Level 30, Pidie FC  harus lebih dahulu terseok-seok dipapan kelasemen setelah dihantam 2 kekalahan beruntun dari para pesaing lainya.

Namun pelan tapi pasti, tangan dingin Helb mulai menuai hasil gemilang saat meracik Ake dkk. Setelah 2 kekalahan beruntun diawal musim, selanjutnya Pidie Fc terus menuai angka maksimal dalam tiap laga kandang maupun tandang. Klub asal Kabupaten Pidie, Aceh itu secara menyakinkan terus membantai lawan-lawannya untuk duduk nyaman di puncak kelasemen. Hingga jornata ke 25, Pidie FC sudah mengoleksi poin penuh, 67 !

Di Final Liga Champion yang baru saja tadi petang digelar, Pidie FC pun mampu mengunci posisi juara piala bergengsi tersebut, setelah membungkam klub tangguh Jets FC dengan skor tipis 1-0.

Jalannya pertandingan

Bertandang ke kandang Jet FC, klub asal Indramayu, Helb awalnya memasang target kemenangan dengan skor telak. Namun ternyata, Bung Jhon, sang arsitek Jets FC dengan jeli menerapkan taktik bertahan ala bus parkir Jose Mourinho. Strategi bertahan ala klub-klub asal Italia itu membuat Helb gerah dan panik.

Pasalnya, sejak mulai kick-off, klub asuhan Helb itu tak mampu membuat gol sampai babak I bubar. Ake dkk pun mulai stres dibuat Jets FC.

Saat masa jeda babak I, Helb disini langsung memutar otak. Ia memerintahkan penyerang sayap muda asal Belanda, Nacer Scheepens yang baru berusia 21 tahun itu agar lebih sering menusuk ke jantung pertahanan lawan dari sisi kanan, posisi favoritnya. Sebab Helb melihat ada sisi kelemahan Jets Fc disini. Ia melihatnya dengan jeli. 

Babak kedua dimulai. Lagi-lagi anak asuhan Jhon masih sangat rapi menerapkan taktik tembok Cina. Hal ini semakin membuat Helb panik yang kabarnya sangat bernafsu merengkuh piala Liga Champion. Ia mulai mencak-mencak saat beberapa kali anak asuhnya gagal saat mengeksekusi bola-bola mati ke gawang Jets.

Pada Menit 49′, Ake mencoba mengumpan bola ke penyerang Polandia, Karol Kieszkowski (22) yang bebas di daerah finalti Jets, sialnya, bobo-boro bikin gol, malah para pemain belakang Jets langsung menebar petangkap offside, sehingga Karol mati langkah, padahal bila tak terjebak offside, pemuda jangkung itu langsung bikin gol.

Di bench, Helb semakin stres saja. Ia terus berteriak sambil menendang botol minuman mineral. Mengambil gelas hendak menyeruput kopi  Aceh yang dipesan khusus, namun saat dituang kopi ikut tumpah ke lapangan karena lagi-lagi pemainya gagal mencetak gol.

Hingga menit 59′ sejarah besar bagi Pidie FC benar-benar tersaji. Nacer Scheepens menerima umpan dari Navas, sang kapten. Dengan cepat, Scheepens langsung menggiring bola ala Ronaldo. Beberapa pemain bertahan Jets ia kelabui. Bola yang masih deras dalam kocekannya langsung ia tendang ke arah gawang Jets FC hingga meledaklah suara fans Pidie FC saat menyambut gol spektakuler Scheepens. 1-0 untuk Pidie.

Anak-anak asuhan Jhon tak tinggal diam. Mereka seperti tak mau dipermalukan didepan fansnya. Mencoba untuk membalas, S Haryadi dkk mulai gencar melancarkan serangan ke jantung pertahanan Pidie FC. Namun solidnya defender ‘The Rimueng Juah’ yang digalang Nestor Paz, membuat serangan Jets selalu gagal total.

Aksi saling serang dan  bertahan terus tersaji. Pihak Pidie FC ingin menambah keunggulan namun selalu saja gagal saat berhadapan dengan pemain bertahan Jets FC yang sangat rapi. Sebaliknya Jets Fc juga selalu gagal melewati pertahanan Pidie FC yang ikut dibantu Nacer Scheepens disisi kanan. Hingga peluit babak kedua berakhir, tak ada lagi gol tercipta. Dengan demikian Pidie FC lagsung menggondol Piala Liga Champion untuk kedua kalinya.

Kemenangan ini disambut gegap gempita khalayak kerupuk mulieng Pidie. Diseputaran Simpang Arakate Sigli yang amburadul penuh debu, para fans Pidie FC mengarak duplikat piala LC. Sepanjang jalan mereka meneriakkan yel-yel kebanggaan atas klub asli Pidie tersebut.

“Saya sangat puas dengan kinerja para punggawa. Mereka patuh pada perintah saya dan hasilnya adalah kemenangan ini. Saatnya merayakan kemenangan. Tak ada kata lain, Alhamdulillah, kerja keras terbalaskan.” ungkap Helb kepada Pidie News.

Pidie FC berpeluang sangat besar mengawinkan 3 piala pada musim ini. Setelah memastikan memboyong piala Liga Champion, esok Pidie FC juga dipastikan akan merengkuh Piala Liga karena poinnya sudah tak mungkin lagi dicaplok klub lain. Dilaga penutup, Pidie FC akan menjamu FirO FC. Apapun hasilnya, Pidie tetap membawa pulang piala Liga.

Selanjutnya Pidie FC juga berpeluang menyabet piala Super Cup, dimana Pidie FC nantinya akan berhadapan dengan pemenang Piala Cup yaitu Pali Gombak FC asal Malaysia. | Lookage.id

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!