Irwandi Yusuf Dimata Rangkeum, Mantan Kombatan GAM Perlak

#Save_Irwandi_Yusuf
Azhari M Nur
, salah seorang mantan kombatan GAM, Relawan Irwandi Yusuf dan kader PNA angkat bicara dengan kenyataan yang sedang dihadapi pimpinan partai PNA, Irwandi Yusuf yang saat ini sedang ditahan di KPK.

Tokoh JKA Nasional, itu sampai saat ini masih menjalani proses hukum ke tingkat Kasasi.

Dalam situasi sedang musibah ini pula, Irwandi Yusuf juga dirundung cobaan berat lainya didalam internal partai.

Lebih lanjut, Azhari tampil tidak untuk memperuncing masalah. Bahkan ia berharap partai orange yang didirikan Tokoh Perdamaian, Irwandi Yusuf dkk masih terus menjadi Parlok yang membumi dan mewarnai pembangunan Aceh.

Berikut adalah isi hati  ‘Rangkeum’, mantan Kombatan GAM Wilayah Perlak yang disampaikan kepada redaksi lookage.id  :

Kawan…

Malam ini saya ingin mengungkapkan kenapa saya bela Irwandi Bin Yusuf hingga sekarang. Ini semua bukan karena fanatik kepada beliau.

Ada 5 hal yg saya suka dan cintai kepada #agam batat…

1.beliau suka menolong sesama..lebih2 para GAM bawah dari semenjak pertama menjabat gubernur Aceh…terlepas dari tidak semua mendapatkan bantuan namun setidaknya banyak yg merasakan bahkan ada yg telah sukses.

2.Agam batat (sebutan lain untuk Irwandi Yusuf) ini salah satu pemikir juga pencetus bantuan untuk anak yatim serta fakir miskin. Dengan beraninya Agam Batat membuat program bantuan cuma-cuma yaitu 1.8 juta pertahun untuk para anak yatim dari anggaran rakyat yaitu APBA…
Note..adak han ek tabi ngen peng pribadi..setidak nya ngen peng rakyat aneuk yatim jitumai rasa dengan penuh tawa kebahagian…(setidaknya bila tak ada uang pribadi, paling tidak kita sudah berusaha dengan uang rakyat itu nasib anak yatim bisa tertawa dan bahagia).

3.Dengan sidak-sidak ke lapangan dan fikiran jernih Agam Bantat mengeluarkan pogram jaminan kesehatan Aceh untuk seluruh rakyat Aceh tanpa beban administrasi yang berbelit serta kemudahan lain dalam pengobatan dan perawatan baik rawab inap ataupun rawat jalan… ..semua golongan yang namanya rakyat #aceh mendapatkan pengobatan gratis baik yang miskin ataupun yang kaya tanpa membedakan kelas nya.

4. Pengalaman saya ketika perdamaian aceh kala itu kami tidak tau arah dalam mencari kerja hingga terjebak pada penggunaan senjata api kala itu. Ketika kami DPO …dan kami minta bantuan kepada beliau, beliau selalu bantu dengan mempertaruhkan jabatannya sebagai gubernur Aceh agar kami bisa di pemutihan tanpa hukuman dengan catatatn tidak mengulangi lagi perbuatan makar dengan dibuatnya surat perjanjian/surat dari Polda Aceh dan beliau membina kami dengan cara memberikan pelatihan ketrampilan skill serta memberikan modal usaha usaha kala itu. Banyak kawan-kawan kami seperjuangan yang diselamatkan beliau. Menyelamatkan kami dari kejaran pihak berwajib kala itu…

5. Beliau setiap mendapatkan keluh-kesah rakyat pendalaman, beliau turun langsung ke lokasi, bahkan kepelosok pendalam beliau selalu siap turun dengan membawa Kepala dinas terkait.

Turunnya Agam batat ke lokasi yg bersentuhan dengan rakyat langsung bagi kami adalah ciri-ciri pemimpin yang peduli pada rakyatnya secara nyata, bukan pencitraaan apalagi hoak.

Satu hal yg patut kita renungkan, setiap manusia diciptakan Allah Swt tentulah tiada yang sempurna dan pasti ada kekurangan masing-masing. Begitu juga Irwandi Yusuf. Dimata saya, beliau adalah sosok pemimpin yg punya rasa kasih sayang terhadap rakyatnya dan sesama hamba Allah, terlepas kadang kala saya dibantu pemutihan oleh beliau dari Polda kala itu, sampai beliau terpilih kembali tahun 2017 hingga kini tidak ada satupun bantuan baik proyek atau bantuan sosial lainnya dari beliau yang saya terima. Tidak ada itu. Karena Irwandi Yusuf selalu melarang kami main proyek.

Saya hanya manusia biasa yang masih teringat jasa Agam Batat ketika kami mengalami kesulitan sejak tahun 2007 hingga pertengahan 2008. Saya termasuk DPO Polda masa itu tapi tetap saja yang bantu saya dan rekan-rekan saya lainya sesama kombatan adalah Irwandi Yusuf (Agam Batat itu). Beliaulah yang bantu kami.

Yang sedih sekali saat ini, rekan-rekan yang sudah berhasil selama dekat dengan beliau..dikasih SK..dikasih mobil..dikasih cara mencari rezeki..dikasih uang pendidikan hingga menjadi ‘manusia sukses’ dan bisa jadi pengusaha..bisa jadi anggota dewan rakyat bahkan sampai terkenal dikalangan rakyat, namun manakala Irwandi Yusuf mendapat musibah dalam tangan KPK, ruang geraknya dibatasi, ruang komunikasinya dibatasi…justru orang-orang yang sudah beliau besarkan itu pula yang berubah menjadi manusia paling jahil (jahee) bahkan ada yang mulai menusuk beliau dari belakang. Beliau balik dicaci-maki sama orang yang telah membesarkannya. Selama dipenjarakan pun orang-orang yang beliau bantu itu tak tampak pun batang hidungnya menjenguk sosok yang telah membuat ia menjadi ‘manusia’. Bahkan sekarang mulai membuat kerusuhan dalam partai untuk menghancurkan Irwandi Yusuf. Sosok yang telah membantu mereka itu coba mau diusir dari ‘rumah’ (partai) yang sudah susah payah beliau dirikan bersama-sama.

Saya mau tanya; siapa yang baik budi, manusia yang punya hati, pikiran, punya perasaan dengan binatang yang tak ada akal sam sekali? Siapa yang baik kira-kira menurut pendapat saudara?

Tolong kasih pendapat. Siapa yang baik dianatara kedua makhluk itu?

#renungan #Sesama

Dari pengalaman saya pribadi, kalaupun nggak bisa bantu orang yang sudah membantu pribadi kita, setidaknya hendaknya ada rasa ingat jasa kepada orang yang sudah membantu kita. Jangan sampai bahkan sampai ‘membunuh’ lagi orang yang berjasa itu. Dimana letak hati kita.

Setidak janganlah menambah beban beban dan bahkan kita membabi-buta mencaci beliau. Jangan usir beliau dari rumahnya, karena itu rumah bersama, tempat ia dulu membesarkan kita dalam partai. Rumah yang sama-sama telah dirintis dari awal itu hingga menjadi besar. Bukan sedikit cobaan dan rintangan saat mulai membesarkan rumah itu (partai). Sekali lagi banyak rintangan kawan ! Hingga bulan bintang warna orange itu berkibar.

Jangan mau diadu-domba sesama teman dalam partai sehingga kita menjadi kotak-kotak, kubu-kubuan karena inilah yang diinginkan para ilfiltrasi dari luar. Mereka senang parlok berantakan. Para iblis penghancur kekompakkan kita harus kita lawan. Mereka hanyalah keledai yang hanya banyak cakap ketika damai Aceh…bahkan yg lebih menyedihkan lagi kini masuknya manusia berhati provokasi dan ‘membunuh’ kawan-kawan kita dirimba raya dulu hingga rakyat…dia itu adalah musuh (Alm) Wali, yang artinya juga musuh kita juga…tujuannya hanyalah untuk membuat parlok hancur-lembur dan memecahkan kesatuan dan kebersamaan parlok di Aceh.

You might like

Halim El Bambi

About the Author: Halim El Bambi

Founder LOOKAGE.ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!