Profil Milah Yabmob

Milah Yabmob alias Abdul Halim Usman Yusuf alias Halim El Bambi (Helb) adalah pekerja sosial-kemanusiaan (Human Rights worker) yang mampu menguasai berbagai ilmu publikasi (publication skill’s); penulis, pelukis/cartoonist, cerpenis, designer, dll. Sering ikut berbagai kontes kartun tingkat Internasional di Iran, Brazil, Serbia, Poland, Syria, Luxemborg dll. Lulus MAN I Sigli tahun 1996 dan mendapat USMU (bebas UMPTN) dan Beasiswa dari Fakultas Hukum Unsyiah. Akhir 1996, Halim sudah merantau ke Banda Aceh dan berjumpa dengan Lukman Age, tokoh muda kampus Unsyiah (tepatnya UKM Pers Unsyiah), yang selanjutnya mengenalkan pria asal Pidie yang lahir di Medan 27 Juni ini bersentuhan dengan dunia aktivisme dan NGO.

1996 pertama kali menjadi kontributor buletin “Seureune” Forum LSM Aceh. Selanjutnya, berturut-aktif di lembaga pendataan dan pembelaan (advokasi) HAM di Koalisi NGO HAM Aceh. Bersama dengan beberapa alumni UKM (unit Kegiatan Mahasiswa) Penerbitan Unsyiah sempat membentuk dan menjadi pendiri yayasan Aceh Media Institute (AMI). Lembaga Aceh Media Wacth (sebuah lembaga yang khusus memantau dan menganalisis media lokal di Aceh).

Pada pertengahan 1998, dimana tensi kekerasan bersenjata begitu refresif, Halim nekat terjun ke hutan menjemput korban DOM. Penjemputan ini merupakan mandat Forum LSM Aceh dan Koalisi NGO HAM. Helb diutus Forum LSM Aceh dan Koordinator Koalisi NO HAM (alm. Maimul Fidar) untuk menjemput beberapa korban DOM di pelosok hutan Ujung Rimba Pidie dan Buloh Blang Ara Aceh Utara. Dengan resiko dilapangan yang sangat tinggi, korban ini berhasil di bawa Halim ke Banda Aceh dan selanjutnya dibawa Tim Pembela Kasus Aceh yang dibentuk Forum LSM dan Koalisi NGO HAM ke Jakarta untuk testimoni. Belakangan pengakuan 2 korban DOM ini menjadi cikal bakal terkuaknya kasus pelanggaran HAM di Aceh. Kuburan-kuburan massal pun banyak terkuak. Forum LSM Aceh dan Koalisi NGO HAM belakangan menjadi pionir pendataan kasus pelanggaran HAM secara intens.

Pada 2005 – Desember 2011 Halim aktif di The Aceh Institute, sebuah lembaga penelitian yang paling aktif menelurkan berbagai hasil riset di Aceh. Disini Halim memimpin website Aceh Institute yang progresif menerbitkan artikel ilmiah populer sehingga pada saat itu, website lembaga Aceh Institute yang dia tangani hitnya sempat kejar-kejaran dengan website news nasional detik.com di ALEXA, sehingga terbentuk sebuah trending web kelas lokal tapi mampu bersaing dengan web-web kelas nasional dan lembaga riset internasional lainya.

Pada 2011, Halim pergi ke Kuala Lumpur, Malaysia mencoba peruntungan, itu dilakukan setelah kehilangan pekerjaan di Aceh. Di negeri jiran itu ia hanya betah 1 bulan lalu kembali ke Aceh setelah pertemuannya dengan Kamarulzaman Askandar, seorang Profesor Resolusi Konflik berbasis di Penang. Sekembali ke Aceh, 2012, Halim bekerja di Harian Serambi Indonesia menangani International News (berita luar negeri untuk portal online milik Serambi). Hanya betah 3 bulan disini, ia lalu hengkang dan kembali ‘vacum’ dari pekerjaan. Sampai pada Februari 2013 ia lalu kembali mendapatkan pekerjaan di BPKS, sebuah kantor BuMN setingkat kementerian berbasis di Sabang hingga sekarang.

Selama Maret-April 2012, Halim sudah intens melakukan komunikasi dengan Irwandi Yusuf via online (FB). Ia melihat mantan gubernur Aceh itu dizalimi habis-habisan oleh rival politiknya setelah ia ‘dikalahkan’ secara keji pada Pilkada 2012 silam. Saat itu, Irwandi Yusuf sudah mendirikan Partai Nasional Aceh (PNA), dan secara kebetulan didalamnya juga ada Lukman Age, sosok tauladan dirinya sejak 1997 aktif dikampus sehingga Halim secara bulat mendidikasikan dirinya untuk membantu mengembalikan citra Irwandi Yusuf yang dihancurkan rival-rival politiknya melalu kerja-kerja pencitraaan dan propaganda.

Selama bekerja untuk Irwandi Yusuf, keduanya belum pernah sekalipun bertemu secara face-to-face. Anehnya, keduanya saling mengisi satu sama lain. Bahkan Irwandi Yusuf merasa sangat terbantu dengan kemunculan Halim yang secara langsung telah meringankan kerja-kerja pribadi Irwandi Yusuf. Baik Halim maupun Irwandi Yusuf, keduanya aktif mengcounter berbagai issu tak sedap yang menghampiri Irwandi Yusuf. Keduanya sama-sama mengendalikan ‘informasi politik kekinian’.

5 Agustus 2016, melalui Bendahara umum DPP PNA, Lukman Age, Halim diundang secara khusus oleh Irwandi untuk datang ke Jakarta. Kabarnya, Mantan Presiden 2 periode, SBY yang merupakan Ketum DPP Demokrat mengundang Tim Irwandi – Nova ke kantor Partai Demokrat di Jakarta, Halim termasuk yang diundang. Disinilah Halim baru bertemu dan bertatap secara langsung dengan Irwandi Yusuf setelah bertahun-tahun hanya berkomunikasi via dunia maya.

Pada akhirnya, bisa dikatakan, Halim orang yang sangat dipercaya Irwandi Yusuf bekerja membangun citra positif dirinya. Ia mendapat dukungan juga dari Ibu Darwati A. Gani (istri Irwandi Yusuf) dan Lukman Age (bendahara umum PNA) dan top elit PNA lain sebagai Timses Irwandi – Nova Pusat, dan kini sukses mengantarkan pasangan No 6 itu ke puncak kekuasaan No 1 Aceh. Ia berhasil membangun kembali sistem propaganda dan pencitraan positif Irwandi Yusuf yang semula sempat mencapai fase memburuk paska pilkada 2012.

Kini Halim mendirikan www.lookage.id dan mengelolanya sebagai sebuah situs yang fokus pada news dan penulisan artikel populer. Website ini sifatnya independen, siapa saja boleh berpartisipasi, mengisi kolom, menulis dst. (acehbaru)

www.LOOKAGE.id
(Membaca Zaman)

Founder:
Halim El Bambi/Milah Yabmob

Penasehat:
Lukman Age, MA, S.Soc
DR. Santrawan Paparang, SH. MH. M.Kn
DR. Fauzi Harun, M.Si

Sayuti, SH., MH
DR. Drs. Sayid Fadhil, SH
Darwati A Gani

Imanullah
Muchtar Hasyim

error: Content is protected !!